New Terios mantap di Pegunungan, Perkotaan, dan Pantai. Tiga karakteristik medan ini disuguhkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk menguji ketangguhan sekaligus kenyamanan New Terios di Yogyakarta.
"Selain menguji Terios, kami ingin menggali lebih dalam potensi pariwisata Yogyakarta yang sangat menarik dan eksotis, sekaligus menyiarkan ke dunia, Indonesia itu indah," ujar Elvina Afny, Kepala Pemasaran Domestik ADM, yang turut serta dalam kegiatan ini.Oleh karena itulah, Daihatsu mengundang puluhan jurnalis dan anggota komunitas lain, mengikuti acara bertajuk "The New Daihatsu Terios Exotic Trip" dengan menggunakan 10 Daihatsu New Terios.
Test drive ini cukup menarik. Peserta hanya diberi beberapa petunjuk oleh panitia dan dibekali sistem navigasi global positioning system (GPS), bukan jalan beriringan dan dikawal polisi lalu lintas. Oleh karena itu, ada saja peserta yang harus bertanya kepada penduduk sekitar mengenai tempat mereka yang tuju.
Pantai cinta
Pada hari pertama, Kamis (21/10/2010), pantai menjadi suguhan utama. Semua perserta diminta menuju Pantai Parangkusumo, 30 kilometer selatan Yogyakarta. Mitosnya, lokasi ini disebut-sebut sebagai pintu gerbang masuk ke istana laut selatan. Selain itu, pantai ini juga menjadi lokasi bertemunya Senopati dan Ratu Kidul yang membuat keduanya jatuh cinta.
Kali ini, Kompas.com duduk di balik kemudi New Terios TX M/T Adventure Silver. Karakteristik jalur yang ditempuh didominasi jalan lurus sehingga pedal gas New Terios bisa diinjak lebih dalam. Pada kecepatan tinggi, kesunyian kabin cukup baik sehingga penumpang bisa mendengar kualitas tata suara dari perangkat audio dengan sebaik mungkin. ADM menambahkan lapisan peredam di bagian dalam dasbor untuk mengisolasi suara dari mesin New Terios ini.
Setelah melaju sekitar 45 menit, rombongan satu persatu tiba di lokasi dan diajak berkompetisi mengendarai ATV di bibir pantai. Tempat ini juga tak luput dijadikan lokasi foto New Terios dengan latar pantai dan pemandangan matahari terbenam. Sayangnya, mendung mengakibatkan keindahan tersebut tidak bisa dinikmati dan diabadikan secara maksimal. Rombongan pun kembali ke Novotel, Yogyakarta.
Ratu Boko
Pada hari kedua, perjalanan eksotis berlanjut. Hari ini empat lokasi harus dikunjungi peserta. Pertama, Candi Ratu Boko di Desa Dawung dan Sambirejo, sekitar 19 km dari Kota Yogyakarta dan berdekatan dengan Candi Prambanan. Ceritanya, Ratu Boko adalah istana yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra.
Kali ini, Kompas.com duduk di balik kemudi New Terios TX A/T abu-abu. Candi berlokasi di perbukitan dengan ketinggian 196 meter di atas permukaan laut. Dengan begitu, kami punya kesempatan untuk mengetahui kemampuan Terios dalam menanjak.
Transmisi otomatis yang ditanamkan pada Terios mampu melewati berbagai rintangan di medan. Untuk meningatkan akeselerasi, transmisi digeser ke "D-2" sesuai anjuran ADM yang sempat memberikan penjelasan cara menggunakan transmisi otomatik kepada wartawan pada hari pertama.
Kesan nyaman berhasil disajikan New Terios berkat penyetelan posisi lengan suspensi belakang serta penyetelan pada per koil dan peredam kejut.
Taman Sari
Dari kawasan perbukitan, peserta diminta kembali ke pusat kota menuju Taman Sari. Tempat ini dipercaya sebagai taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lokasinya berdekatan dengan Kraton atau pusat perbelanjaan Malioboro.
Menurut salah satu pemandu lokal di lokasi, di tempat ini, Raja Yogya melakukan persemedian dan beristirahat. Menariknya, taman ini juga dipercaya menjadi lokasi permandian puluhan selir si raja.
Selama perjalanan di dalam kota, transmisi otomatis sangat membantu kenyamanan pengemudi. Tidak perlu repot lagi mengoperasikan kopling! Malah, untuk jalan, kami cukup mengandalkan “D”. Jadi, hanya memainkan pedal gas dan rem!
Merapi Farm Herbal
Keeksotisan Kota Pelajar pun berlanjut. Perjalanan berlanjut ke sebuah perkebunan tanaman herbal di utara Yogyakarta, mengarah ke kaki Gunung Merapi. Di tempat ini terdapat ratusan tumbuhan obat berkhasiat yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan (flu pegal-pegal) sampai berat (jantung, kolestrol, dan sebagainya).
Suguhan khas tempat ini adalah seduhan jahe merah dengan gula batu. Ini cukup membantu menghangatkan badan di lokasi yang sejuk. Peserta lain juga bisa memesan berbagai jamu seduhan lain yang berkhasiat. Tempat ini pun menjadi penutup acara hari kedua.
Benteng Vredeburg
Pada hari terakhir, rombongan menuju kawasan wisata Malioboro untuk menghabiskan waktu santai bersama. Kompas.com bersama segelintir jurnalis menyempatkan diri berkunjung ke Benteng Vredeburg.
Bangunan peninggalan Belanda ini oleh warga Yogyakarta sering disebut loji karena ukurannya yang besar dengan halaman luas. Benteng Vredeburg merupakan loji tertua di Yogya dan berada persis di seberang Kantor Pos Besar.
Bangunan ini didirikan pada 1776-1778, dua tahun berselang setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Benteng yang semula bernama Rustenburg itu konon sengaja didirikan di poros Kraton-Tugu untuk mengawasi gerak-gerik Kraton. Demikian informasi dari Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia tentang New Terios mantap di Pegunungan, Perkotaan, dan Pantai, terima kasih.
Home » Otomotif » New Terios mantap di Pegunungan, Perkotaan, dan Pantai
New Terios mantap di Pegunungan, Perkotaan, dan Pantai
Diposkan oleh
Admin
di
22:43